Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology.

MARI REVIEW KEMBALI TREND HUMAN RESOUCE DEVELOPMENT SYSTEM DI TAHUN 2018

24 November 2018
Category: HUMAN RESOURCE
Penulis:         Aini Nadiva, M. Psi
MARI REVIEW KEMBALI TREND HUMAN RESOUCE DEVELOPMENT SYSTEM DI TAHUN 2018

Menjelang akhir tahun 2018, bidang Human Resource Development atau HRD masih digeluti oleh issue-issue yang berkaitan dengan Era Digitalize dan Era Distruption. Pada dasarnya, Issue tersebut merupakan tantangan yang cukup berat bagi para professional HRD untuk bisa beradaptasi guna mendukung keberlangsungan perusahaan. Tidak mudah bagi para professional HRD untuk meyakinkan para Top Manjemen perusahaan bahwak perlu untuk melakukan “pembenahan diri. Meski demikian, seperti pepatah mengatakan “usaha tidak akan pernah menghianati hasil”, maka banyak pula upaya para professional HRD yang berhasil membuat perusahaan sadar pentingnya memodifikasi sistem manajemen sumber daya manusia yang berlaku di perusahaannya. Alhasil, sudah banyak perusahaan yang berhasil menerapkan sistem HRD terkini.

Kondisi yang terpaparkan di atas dapat dibuktikan oleh sebuah hasil penelitian dari Forbes.com, yang menunjukkan bahwa sebanyak 69% perusahaan telah banyak mengalami transformasi perubahan kondisi perekonomian dikarenakan adanya upaya pembenahan dalam hal sistem HRD. Pertanyaannya sekarang adalah, upaya apa yang membuat lebih dari 50% perusahaan berhasil menerapkan sistem HRD di Era Digitalize dan Distruption ini? Jawabannya adalah karena perusahaan tersebut menyadari bahwa trend HRD di Era Digitalize dan Era Distruption memang sangat berdampak pada kondisi perusahaan, sehingga mereka mau berupaya untuk mencoba beradaptasi diri. Pertanyaan selanjutnya, sudahkah perusahaan anda melakukan perubahan diri mengikuti trend HRD di Digitalize dan Era Distruption ini?

Guna menjawab pertanyaan tersebut, perlu kita ulas kembali, trend sistem HRD apa saja yang bermunculan di tahun 2018 ini supaya perusahaan Anda bisa lebih aware dan mau mencoba diri mengikut perusahaan-perusahaan lain yang berhasil dalam penerapan sisetm HRD terkini. Masih ada banyak waktu yang bisa dilakukan oleh perusahaan Anda guna mengubah diri dan tidak ada kata terlambat bagi kita yang masih mau berupaya.

Berikut adalah beberapa tend sistem HRD yang paling gempar muncul dipermukaan bidang HRD dan ekonomi bisnis :

  1. Penerapan Sistem HRD untuk para Generasi Millenial. Perusahaan perlu memutar otak bagaimana cara mengikat para Generasi Millenial yang menguasai pererkonomian bisnis ini untuk mau terus bekerja di perusahaan kita. Cara yang dapat adalah dengan mau memodifikasi sistem yang telah berlaku dikombinasikan dengan sistem terbaru saat ini. Seperti halnya membangun perusahaan yang nyaman. Indicator nyaman dalam hal ini bisa terkait outlook kantor yang cukup bagus untuk bisa mereka share di social media, peran atasan yang lebih merangkul dan mau untuk diajak merasakan “era kekinian”, dibandingkan peran atasan yang kaku dan kolot, serta adanya penerapan sistem peniliaian kinerja yang lebih objective, bukan lagi penilaian kinerja berdasarkan ”like and dislike” seperti halnya KPI dan performance appraisal (PA).
  2. Penerapan Digitalisasi di bidang HR. Salah satu bentuk penerapan digitalisasi dalam bidang HR adalah dengan melakukan proses rekrutmen melalui social media untuk menarik para kandidat. Kemudian mengadakan suatu acara atau event seperti Race Running, Race Cycling, dan event-event lainnya guna memberikan brand image pada masyarakat, sehingga menarik perhatian untuk mau bekerja di perusahaan tersebut. Adapun cara lain adalah memperkenalkan perusahaan tidak hanya melalui website saja, namun dari social media, dengan demikian perusahaan akan lebih mudah untuk sharing segala acara perusahaan. Cara lainnnya lagi adalah melakukan proses wawancara untuk kepentingan rekrutmen melalui web-camera, sehingga perbedaan jarak kota sudah lagi bukan penghalang bagi perusahaan untuk mencari kandidat seluas mmungkin.
  3. Penerapan Sistem Benefit “Kekinian” Para generasi sekarang lebih suka apabila perusahaan menawarkan benefit kesejahteraan yang membuat mereka bisa lebih mudah share ke dalam media social. Tidak seperti bentuk benefit terdahulu, seperti jaminan kesehatan dan pensiun. Mereka lebih suka apabila benefitnya lebih berupa voucher berlibur, voucher makan di restaurant yang instragammable, dan bisa juga berupa diadakannya gathering kantordengan berlibur bersama-sama rekan kerja. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi karyawaan dengan generasi millennial karena mereka lebih bisa menunjukkannya di social media mereka masing-masing. Pada dasarnya, benefit ini bisa dijadikan strategi perusahaan untuk menarik perhatian teman-teman dari para karyawan tersebut untuk mau kerja di perusahaan mereka, karena diberikannya fasiltias-fasilitas yang kekinian.
  4. Penerapan Working Virtually. Working virtually dalam hal ini merupakan penerapan sistem bekerja yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, asalkan dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. Hal ini memang tidak bisa serentak dilakukan oleh seluruh jenis bidang usaha, seperti halnya bidang manufacturing. Akan tetapi, coba kita evaluasi terlebih dahulu, perusahaan Anda ini bidang usaha yang seperti apa dan apakah memungkinkan untuk menerapkan suatu pekerjaan secara virtual, dalam arti bisa menjalankan pekerjaan dimanapun berada, termasuk di rumah maupun di café sekalipun. Hal ini karena sebuah fakta menunjukkan, penerapan ini ternyata cukup efektifk menarik perhatian pada generasi millennial untuk mau bekerja yang tidak mengikat dari pukul 08.00 hingga 17.00 dan meningkatkan kondisi ekonomi perusahaan sebanyak 37%. Ditambah pula dengan banyaknya perusahaan start-up yang menggunakan sumber daya teknologi informasi terkini sehingga penerapan working virtually menjadi lebih mudah untuk diterapkan dan menarik perhatian para kandidat.

   For Further Information, Please Contact Us!