Articles

Read the articles about accounting,internal audit, tax, human resource,information and technology.

LEADING CHANGE: Menjadi Agen Perubahan

27 July 2018
Category: MANAGEMENT SYSTEM
Penulis:         Inge Kumalasari, S.E.
LEADING CHANGE: Menjadi Agen Perubahan Change is inevitable. Change is constant. -Benjamin Disraeli

Dunia selalu berputar dan Dunia akan selalu berkembang. Kita pun harus senantiasa bergerak bersama dengan perubahan dunia. Perkembangan dunia yang begitu cepat, jika ingin bertahan, kita harus mengimbangi perubahan tersebut.

Banyak sekali perusahaan yang namanya begitu besar, lalu dalam sekejap, menutup seluruh bisnisnya. Contohnya Nokia. Nokia adalah salah satu leading company dengan berbagai macam jenis handphone pada masanya. Pada tahun 2013, COE Nokia mengumumkan bahwa Nokia akan di akuisisi oleh Microsoft. Dalam akhir pidatonya, CEO Nokia mengatakan, ““we didn’t do anything wrong, but somehow, we lost. Nokia tidak berbuat salah, namun dunia berkembang begitu cepat. Nokia gagal dalam belajar, gagal dalam berubah. Bukan hanya mereka melewatkan waktu untuk mendapatkan keuntungan, mereka juga melewatkan waktu untuk bertahan.

Dalam dunia yang berkembang dengan sangat cepat ini, belajar bukanlah merupakan suatu pilihan, namun suatu keharusan. Jika kita tidak keluar dari zona nyaman kita untuk mencoba sesuatu yang baru, meskipun akhirnya tidak berhasil ataupun yang dapat menurunkan performance, sebenarnya kita sedang membahayakan bisnis kita dalam jangka waktu yang panjang. “When you're finished changing, you're finished. -Benjamin Franklin

Salah satu hal penting yang dapat membuat kita selalu berkembang adalah mentalitas kita sebagai pelaku bisnis. Growth Mindset atau Mental untuk berkembang inilah yang akan mengikuti perkembangan zaman, dan lebih lagi, menciptakan perubahan. Pemimpin bisnis harus mampu menjadi agent of change atau agen perubahan yang akan membawa perusahaan ke arah yang lebih baik, mengikuti perkembangan zaman.

Siapa itu Agen Perubahan?

Seorang agen perubahan adalah seorang individu yang memengaruhi orang lain dalam mengambil keputusan yang inovatif agar sesuai dengan yang diharapkan oleh agen perubahan itu sendiri dan seluruh organisasi.

Apa peran seorang Agen Perubahan?

Dalam melaksanakan tugasnya agen perubahan mempunyai peran-peran. Ada tujuh peran agen perubahan yang dapat diidentifikasi dalam proses mengenalkan sebuah inovasi kepada suatu sistem:

    1.Untuk mengembangkan kebutuhan akan perubahan.

    - Seorang agen perubahan pada awalnya membantu tim dalam organisasi menjadi sadar akan kebutuhan untuk merubah sikap/tingkah laku mereka. Dalam tujuan untuk memulai proses perubahan, agen perubahan mengusulkan alternatif baru dari masalah yang terjadi, menguraikan dengan baik dan jelas pentingnya masalah tersebut untuk diatasi, danmeyakinkan bahwa mereka mampu untuk menghadapi masalah tersebut. Agen perubahan menilai kebutuhan mereka sangat penting pada tahap ini dan juga mencoba membantu mereka untuk mendapat kebutuhan yang lebih baik.

    2.Untuk membuat sebuah hubungan timbal balik

    - Ketika ada kebutuhan akan perubahan, seorang agen perubahan harus menciptakan hubungan dengan seluruh bagian organisasi. Agen perubahan dapat meningkatkan hubungan dengan mereka dengan sikap dapat dipercaya (credible), kompeten, dan terpercaya (trustworthy) dan juga bersikap empati terhadap permasalahan yang dihadapi oleh mereka.

    3.Untuk menganalisis masalah

    - Agen perubahan bertanggungjawab untuk menganalisa masalah untuk menentukan alternative yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi. Agen perubahan harus melihat situasi dengan rasa empati dari sudut pandang pihak yang akan dirubah. Dari sana agen perubahan akan mengetahui masalah yang dihadapi oleh mereka dan jalan keluar yang terbaik untuk permasalahan tersebut.

    4.Untuk menumbuhkan niat berubah

    - Setelah agen perubahan mengetahui alternatif-alternatif yang dapat diambil untuk mencapai tujuan organisasi, maka agen perubahan harus mencari cara agar mereka tertarik pada inovasi yang diberikan.

    5.Untuk menerjemahkan rencana menjadi sebuah tindakan nyata

    - Agen perubahan mencoba untuk mempengaruhi sikap pihak yang akan dirubah dalam menyesuaikan saran/rekomendasi berdasarkan kebutuhan para organisasi. Sehingga rencana tersebut dapat dilaksanakan menjadi sebuah tindakan nyata dengan masukan dari organisasi.

    6.Untuk menstabilkan perubahan yang telah dilakukan dan mencegah berhentinya perubahan tersebut

    - Agen perubahan dapat menstabilkan tingkah laku hingga “membekukan” tingkah laku organisasi tersebut pada masa implementasi. Sehingga perubahan tersebut tetap dijalankan dan tetap menjadi bagian dari sistem organisasi.

    7.Untuk mencapai sebuah hubungan yang berulang-ulang

    - Tujuan akhir dari agen perubahan adalah untuk mengembangkan sikap memperbaharui diri (self-renewing) dalam bagian dari organisasi tersebut. Ketika perubahan telah terjadi pada organisasi dan dipandang telah stabil, maka seorang agen perubahan harus dapat menarik dirinya untuk keluar dari urusan dengan mengembangkan kemampuan mereka untuk menjadi agen perubahan bagi dirinya sendiri.

   For Further Information, Please Contact Us!