BAGAIMANA MENCIPTAKAN SISTEM PENGENDALIAN YANG EFEKTIF BAGI PERUSAHAAN

Setiap perusahaan pasti memiliki sistem pengendalian untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan. Selain itu, strategi pengendalian dapat menjadi salah satu alat untuk memeriksa ketelitian dan kebenaran data yang ada dan juga meningkatkan efisiensi. Dalam sebuah perusahaan, pengendalian intern diberlakukan oleh pimpinan dan manajemen untuk memberi suatu keyakinan akan tercapainya tujuan perusahaan yang secara umum terbagi dalam tiga kategori yaitu:
Hamdi Tgl bayar 2 505 2012-02-15T08:28:00Z 2012-02-15T08:28:00Z 2 875 4991 41 11 5855 12.00 Clean Clean false Normal 5 pt 0 pt 0 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4
- Ke-efektif-an dan efisiensi operasional perusahaan.
- Pelaporan keuangan yang handal.
- Kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan yang diberlakukan.
Pengendalian manajemen, dilain pihak memiliki pengertian yang jauh lebih luas daripada pengendalian intern. Albert J Storich, akuntan dan juga konsultan, menjelaskan bahwa pengendalian manajemen merupakan perbuatan logis dari pengendalian intern. Pengendalian manajemen tidak hanya bertujuan untuk mengamankan harta, tetapi cenderung merupakan seperangkat seperagkat kebijakan dan prosedur yang membentuk sistem yang menyeluruh dengan tujuan memaksimalisasi laba dengan memanfaatkan seluruh harta, personil, kapasitas dan peluang-peluang yang ada secara kreatif dan penuh keahlian untuk mencapai laba maksimum.
Lalu, bagaimana cara mencapai tujuan tersebut? Apa saja sih unsur pengendalian intern? Unsur pengendalian intern ada 5, antara lain : lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan. Setiap unsur ini berkaitan atara yang satu dengan yang lain dan saling mendukung agar pengendalian internal ini dapat berjalan secara efektif. Oleh karena itu, sistem pengendalian dapat dikatakan efektif jika tujuan perusahaan dapat tercapai, yaitu dengan kondisi :
- Direksi dan manajemen mendapat pemahaman akan arah pencapaian tujuan perusahaan, yang meliputi pencapaian tujuan atau target perusahaan, dimana didalamnya termasuk pula kinerja, tingkat profitabilitas, dan keamanan sumber daya (asset) perusahaan.
- Laporan keuangan yang dipublikasikan adalah hadal dan dapat dipercaya, yang meliputi laporan segmen maupun interim.
- Prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan sudah dipatuhi dan ditaati dengan semestinya.
Sistem pengendalian intern dibagi menjadi dua yaitu Pengendalian Intern Akuntansi (Preventive Controls) dan Pengendalian Intern Administratif (Feedback Controls).
Pengendalian Intern Akuntansi (Prevetive Controls) dibuat untuk mencegah terjadinya inefisiensi yang tujuannya adalah menjaga kekayaan perusahaan dan memeriksa keakuratan data akuntansi. Hal ini berarti bahwa perusahaan kurang efektif dalam mengelola kas. Yang penting disini adalah evaluasi dan monitoring kepada setiap kegiatan yang ada dalam pengeluaran arus keuangan yang ada. Contoh : adanya pemisahan fungsi dan tanggung jawab antar unit organisasi. Sedangkan Pengendalian Intern Administratif (Feedback Controls) dibuat untuk mendorong dilakukannya efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.(dikerjakan setelah adanya pengendalian akuntansi). Contoh : pemeriksaan laporan untuk mencari penyimpangan yang ada, untuk kemudian diambil tindakan.
Dalam melakukan sistem pengendalian yang telah dimaksudkan tadi, maka untuk menjalankan strategi tersebut perlu adanya prosedur pengendalian. Prosedur pengendalian merupakan kebijakan dan aturan mengenai kelakuan karyawan yang dibuat untuk menjamin bahwa tujuan pengendalian manajemen dapat tercapai. Berikut adalah prosedur pengendalian yang perlu diperhatikan :
1. Penggunaan Wewenang Secara Tepat
Dalam organisasi, setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu dalam organisasi harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi. Dengan adanya pembagian wewenang ini akan mempermudah jika akan dilakukan audit trail, karena otorisasi membatasi aktivitas transaksi hanya pada orang-orang yang terpilih. Otorisasi mencegah terjadinya penyelewengan transaksi kepada orang lain.
2. Pembagian Tugas
Pembagian tugas memisahkan fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi akuntansi (pencatatan). Dan suatu fungsi tidak boleh melaksanakan semua tahap suatu transaksi. Dengan pemisahan fungsi operasi dan penyimpanan dari fungsi pencatatan, catatan akuntansi yang disiapkan dapat mencerminkan transaksi yang sesungguhnya terjadi pada fungsi operasi dan fungsi penyimpanan. Jika semua fungsi disatukan, akan membuka kemungkinan terjadinya pencatatan transaksi yang sebenarnya tidak terjadi, sehingga informasi akuntansi yang dihasilkan tidak dapat dipercaya kebenarannya, dan sebagai akibatnya kekayaan organisasi tidak terjamin keamanannya.
3. Dokumen dan Catatan yang Memadai.
Prosedur harus mencakup perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai untuk membantu meyakinkan adanya pencatatan transaksi dan kejadian secara memadai. Selanjutnya dokumen dan catatan yang memadai akan menghasilkan informasi yang teliti dan dapat dipercaya mengenai kekayaan, utang, pendapatan dan biaya suatu organisasi.(biasanya dilakukan berdampingan dengan penggunaan wewenang secara tepat)
4. Keamanan yang memadai Terhadap aset dan catatan.
Keamanan yang memadai meliputi pembatasan akses ke tempat penyimpanan aset dan catatan perusahaan untuk menghindari terjadinya pencurian aset dan data/informasi perusahaan.
5. Pengecekan independen terhadap kinerja
Semua catatan mengenai aktiva yang ada harus dibandingkan (dicek) secara periodik dengan aktiva yang ada secara fisik. Pengecekan ini harus dilakukan oleh suatu unit organisasi yang independen (selain unit fungsi penyimpanan, unit fungsi operasi dan unit fungsi pencatatan) untuk menjaga objektivitas pemeriksaan.
Last Updated (Wednesday, 15 February 2012 08:47)
Most Views
|
KAP News
|
Strategies









Who we are
Who we are