Mengapa manajemen risiko itu penting?

Suatu contoh, Perusahaan dapat menghadapi risiko adanya kecurangan yang dilakukan oleh karyawannya. Risiko ini dapat dikurangi apabila Perusahaan merancang pengendalian internal yang baik dan dilakukan internal audit secara berkala. Tindakan Perusahaan dengan merancang sistem pengendalian yang baik dan melakukan audit secara berkala merupaka suatu wujud manajemen risiko. Demikian pula produk atau jasa yang dijual oleh perusahaan mungkin juga bisa menciptakan kerusakan atau kecelakaan bagi penggunanya, melalui manajemen risiko pihak manajemen perusahaan telah mengalokasikan/ mencadangkan sejumlah dana jika kemungkinan terjadi sebuah tuntutan hukum dari pihak ketiga.
Jika kita dapat mengelola risiko dengan baik maka kita dapat memperoleh keuntungan dari risiko tersebut. Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia, termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional berfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum). Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, berfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.
Menurut Uher (1996), Manajemen risiko adalah sebuah cara yang sistematis dalam memandang sebuah risiko dan menentukan dengan tepat penanganan risiko tersebut. Ini merupakan sebuah sarana untuk mengidentifikasi sumber dari risiko dan ketidakpastian, dan memperkirakan dampak yang ditimbulkan dan mengembangkan respon yang harus dilakukan untuk menanggapi risiko.

Dari skema diatas menunjukkan hal yang dapat dilakukan dalam mengelola risiko, sebagai berikut:
- Jika kemungkinan terjadinya tinggi dan dampak dari risiko yang ada tersebut tinggi, umumnya risiko jenis ini dihindari. Sebagai contoh perusahaan cenderung menghindari risiko kegagalan dalam sebuah proyek bisnis baru
- Jika kemungkinan terjadinya tinggi dan dampak dari risiko yang ada tersebut rendah, umumnya risiko jenis ini dapat dikurangi dan melakukan contingency plan. Sebagai contoh perusahaan melakukan pencadangan imbalan kerja
- Jika kemungkinan terjadinya rendah dan dampak dari risiko yang ada tersebut tinggi, umumnya risiko jenis ini dapat ditransfer. Sebagai contoh perusahaan mengasuransikan asetnya dari risiko bencana alam.
- Jika kemungkinan terjadinya rendah dan dampak dari risiko yang ada tersebut juga rendah, umumnya risiko jenis ini dapat dikurangi dan masih dapat diterima. Sebagai contoh risiko retur barang dagang, pencadangan piutang tak tertagih.
Jenis risiko yang sering dihadapi oleh perusahaan, yaitu:
- Risiko Spekulatif, merupakan suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Risiko spekulatif kadang-kadang dikenal pula dengan istilah risiko bisnis (business risk). Contoh: investasi perusahaan pada proyek baru, ada kemungkinan keuntungan yang diperoleh akan meningkatkan omset perusahaan atau bisa berdampak memberikan penambahan biaya yang berakibat kerugian bagi perusahaan tersebut
- Risiko Murni, merupakan sesuatu keadaan yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Contoh: kebakaran, apabila perusahaan menderita kebakaran, maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. Kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan.
Teknik-teknik yang dapat digunakan dalam mengidentifikasi risiko dalam perusahaan
- Bertukar pikiran (brainstorming)
- Membangun data yang berisi segala modal yang dipunyai dan kerugian yang pernah dialami
- Wawancara dengan para personel-personel organisasi yang terkait dan memperkirakan risiko
- Memfasilitasi workshop/ pertemuan untuk mendiskusikan risiko
- Analisa SWOT (strengths, weakness, opportunities, threats)
- Kuesioner dan survey risiko
- Analisa skenario strategi penanganan risiko
- Menggunakan teknologi untuk mengidentifikasi risiko dan memutuskan strategi penanganan yang harus diterapkan
Dalam perkembangannya risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi Risiko Operasional seperti perubahan bisnis operasi, Risiko Hazard (bahaya) seperti risiko terjadinya bencana alam, Risiko Finansial seperti risiko harga pasar atau naik turunnya tingkat suku bunga dan Risiko Strategik seperti risiko dari pesaing yang memiliki usaha sejenis. Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management).
Berikut adalah skema yang menunjukkan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management) menjadi bagian dari manjemen risiko perusahaan.

Penerapan Enterprise Risk Management (ERM) memiliki lingkup menyeluruh disetiap level dan setiap unit dalam perusahaan sedangkan dalam risk management lingkupnya hanya pada aset perusahaan dan unit yang terlibat risiko dan dalam business risk management lingkupnya hanya pada level manajerial. Fokus yang ditekankan pada ERM adalah penentuan strategi perusahaan (future state vision) sedangkan dalam risk management dan business risk management hanya pada keuangan, manajerial dan operasional perusahaan (current state capabilities).
Penerapan ERM meliputi:
- Menyelaraskan risiko keinginan dan strategi – perusahaan dapat mempertimbangkan risiko yang mungkin dapat terjadi dalam pelaksanaan strategi perusahaan dan menentukan alternatif prosedur yang strategis sehingga dapat mengelola risiko yang mungkin akan terjadi
- Mengubah keputusan dalam menanggapi adanya risiko – ERM menyediakan aturan untuk mengidentifikasi dan memilih alternatif dalam menanggapi adanya risiko seperti mengurangi risiko, membagi risiko, atau menerima risiko tersebut
- Mengurangi kerugian tak terduga – perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi kejadian yang potensial dan menentukan tindakan atau respon terhadap risiko, sehingga dapat mengurangi biaya dan kerugian tidak terduga yang lebih besar.
- Mengidentifikasi dan mengelola risiko perusahaan – setiap perusahaan menghadapi risiko dengan kondisi yang berbeda sebagai bagian dari organisasi, manajemen risiko memfasilitasi tindakan atau respon yang efektif ke pengaruh-pengaruh terkait dan mengintegrasikan tindakan atau respon ke berbagai risiko yang mungkin timbul
- Meraih peluang – dengan mempertimbangkan jangkauan kejadian potensial, pihak manajemen diposisikan untuk mengidentifikasi dan proaktif merealisasikan peluang
- Memperbaiki penyebaran modal (deployment of capital) – mendapatkan informasi kemungkinan risiko yang akan terjadi dengan handal sehingga dapat membantu pihak manajemen untuk memprediksi semua kebutuhan modal yang efektif dan mengubah alokasi modal.
Manfaat Manajemen Risiko
Menurut Darmawi, (2005, p. 11) Manfaat manajemen risiko yang diberikan terhadap perusahaan dapat dibagi dalam 5 (lima) kategori utama yaitu :
- Manajemen risiko mungkin dapat mencegah perusahaan dari kegagalan.
- Manajemen risiko menunjang secara langsung peningkatan laba.
- Manajemen risiko dapat memberikan laba secara tidak langsung.
- Adanya ketenangan pikiran bagi manajer yang disebabkan oleh adanya perlindungan terhadap risiko murni, merupakan harta non material bagi perusahaan itu.
- Manajemen risiko melindungi perusahaan dari risiko murni, dan karena kreditur pelanggan dan pemasok lebih menyukai perusahaan yang dilindungi maka secara tidak langsung menolong meningkatkan public image.
Manfaat yang dapat diperoleh dengan menerapkan manajemen risiko antara lain (Mok et al., 1996)
- Berguna untuk mengambil keputusan dalam menangani masalah-masalah yang rumit.
- Memudahkan estimasi biaya.
- Memberikan pendapat dan intuisi dalam pembuatan keputusan yang dihasilkan dalam cara yang benar.
- Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk menghadapi risiko dan ketidakpastian dalam keadaan yang nyata.
- Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk memutuskan berapa banyak informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah.
- Meningkatkan pendekatan sistematis dan logika untuk membuat keputusan.
- Menyediakan pedoman untuk membantu perumusan masalah.
- Memungkinkan analisa yang cermat dari pilihan-pilihan alternatif.
Pustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/09/manajemen-risiko-definisi-dan-manfaat.html
http://www.gangsir.com/download/ManajemenRisikoEnterprise.pdf
http://s2informatics.files.wordpress.com/2007/11/proses_manajemen_risiko.pdf
Last Updated (Thursday, 16 February 2012 08:06)
Most Views
|
KAP News
|
Corporate Profile









Who we are
Who we are