Melaksanakan Proses Komunikasi yang Efektif, dengan menjadi Komunikator dan Komunikan yang Beretika

Keterampilan berkomunikasi yang efektif merupakan persyaratan mutlak bagi keberhasilan setiap orang.
Selain memiliki pengetahuan luas dan keterampilan teknis yang tinggi, keberhasilan seseorang juga sangat ditentukan oleh keterampilan komunikasi yang benar dan efektif. Bahkan di suatu pertemuan, orang lain akan menilai seseorang pada menit pertama, dan kesan pertama tersebut sangat ditentukan oleh keterampilannya saat berkomunikasi, baik verbal maupun non verbal. Pada saat-saat penting tersebut, orang lain dapat mendengarkan intonasi suara saat berbicara, serta membaca bahasa tubuh non verbal, yang dapat menunjukkan rasa percaya diri, semangat, dan rasa empati yang dimiliki. Pada tahap selanjutnya, orang akan menilai kualitas seseorang dari cara berkomunikasi selanjutnya, baik secara lisan dan tulisan.
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui media tertentu, untuk menghasilkan efek / tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpan balik. Berdasarkan definisi tersebut, perlu diperhatikan unsur-unsur yang terkandung dalam proses komunikasi, yaitu :
- Komunikator / sender, sebagai pihak yang memberikan stimulus dalam proses komunikasi
- Pesan (message), yaitu informasi yang disampaikan melalui proses komunikasi
- Media komunikasi, yaitu saluran yang digunakan dalam proses komunikasi
- Komunikan, yaitu pihak penerima komunikasi yang menerima pesan yang disampaikan dalam proses komunikasi
- Efek, yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari suatu proses komunikasi.
Dengan kelima unsur tersebut, komunikasi dapat memenuhi fungsinya dalam kehidupan manusia, antara lain:
- Fungsi mendidik (to educate), dimana komunikasi dilakukan untuk memberikan pendidikan,
- Fungsi meyakinkan (to persuade), dimana komunikasi dilakukan untuk meyakinkan orang lain mengenai suatu hal / kegiatan / perubahan,
- Fungsi menghibur (to entertain), dimana komunikan mendapatkan hiburan dari pihak komunikator yang memberikan hiburan melalui komunikasi yang dilakukan.
- Fungsi menginformasikan (to inform), dimana komunikasi dilakukan oleh komunikator untuk memberikan informasi mengenai suatu hal/kegiatan/peristiwa kepada komunikan.
Dalam memenuhi fungsinya, proses komunikasi dapat dilakukan melalui 2 macam komunikasi, yaitu verbal dan non verbal. Komunikasi verbal adalah proses penciptaan dan pertukaran pesan (komunikasi) lisan atau tulisan dengan menggunakan kata-kata, sedangkan komunikasi non verbal adalah proses komunikasi dengan tidak menggunakan kata-kata, namun dengan gerakan tubuh, ekspresi wajah, vokal, sentuhan, dan lain sebagainya.
Etika komunikasi harus dimiliki dalam proses komunikasi, baik oleh komunikator maupun komunikan. Komunikator yang beretika adalah komunikator yang dapat menyampaikan suatu pesan kepada orang lain dengan memperhatikan hal-hal berikut ini :
- Adanya kesiapan, artinya pesan atau informasi, cara penyampaian, waktu penyampaian dan media yang digunakan harus dipersiapkan secara matang
- Kesungguhan, artinya pesan dan informasi harus disampaikan dengan serius dan fokus
- Ketulusan, dimana sebelum seseorang memberikan informasi kepada orang lain, komunikator harus merasa yakin bahwa apa yang akan disampaikan merupakan sesuatu yang baik dan berguna untuk individu tersebut
- Kepercayaan diri, yang akan sangat berpengaruh pada cara penyampaian pesan dalam komunikasi
- Ketenangan, dimana individu harus bersikap tenang, tidak emosi dan memancing emosi
- Keramahan, tanpa dibuat-buat dan menimbulkan perasaan tenang, senang, dan aman
- Kesederhanaan, dimana penyampaian informasi sebaiknya dilakukan secara sederhana, baik bahasa, pengungkapan, dan penyampaiannya.
Sedangkan sebagai komunikan, proses komunikasi dapat berjalan dengan baik jika komunikan memperhatikan hal-hal berikut ini :
- Dapat menerima masukan dari orang lain secara terbuka dan tenang, meskipun kadang masukan tersebut menyakitkan
- Mampu memahami secara baikpesan-pesan yang disampaikan
- Mampu memilih pesan atau informasi yang diterima sesuai dengan kondisi dan kegunaan
- Mampu menggabungkan informasi yang diberikan dengan pengetahuan, kemampuan, dan pendapat pribadi dengan baik dan benar
- Mampu menyampaikan kembali pesan-pesan yang diterima kepada orang lain secara baik dan benar.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, proses komunikasi dapat terhindar dari masalah-masalah yang dapat muncul, atau yang sering disebut dengan 5 Dosa Komunikasi, yaitu :
- Menimbulkan salah paham, dimana kegiatan komunikasi yang dilakukan rentan terhadap kesalahpahaman, sehingga pesan yang disampaikan tidak bisa diterima dengan baik dan benar. Dalam mengatasi hal ini, komunikasi harus dilakukan dengan jelas, santun (beretika), spesifik, lengkap, dan menggunakan kata-kata yang objektif, faktual, netral serta bahasa tubuh dan intonasi suara yang menyenangkan
- Mencerca, dimana proses komunikasi membuat orang lain menjadi merasa tersinggung atau sakit hati karena kegiatan komunikasi. Untuk mengatasi hal ini, harus selalu memiliki pronsip bahwa komunikasi dilakukan untuk membangun harga diri sendiri melalui harga diri orang lain dalam proses komunikasi
- Memberi label, dimana proses komunikasi cenderung membuat orang lain menjadi “terkotakkan” dalam suatu kesimpulan menurut persepsi seseorang. Dalam mengatasi hal ini, proses komunikasi harus bisa melihat permasalahan secara lengkap, menghindari kesimpulan (salah tafsir) mengenai seseorang maupun sesuatu hal
- Menyuruh, yang membuat orang lain menjadi “dipaksa” melakukan suatu hal tanpa adanya pemahaman dan pengertian. Dalam hal ini, lebih baik menggunakan empati dan menyusun kalimat yang baik dalam proses komunikasi, dengan lebih baik menggunakan kalimat pertanyaan yang memberikan kesempatan pada orang lain untuk mau menerima pesan dengan baik dan dilaksanakan dengan benar sesuai yang diharapkan
- Mengancam, dimana proses komunikasi yang dilakukan membuat orang lain menjadi merasa tidak aman atau tidak nyaman karena adanya ancaman dalam komunikasi. Hal ini dapat diantisipasi dengan memberikan pengertian yang jelas dalam proses komunikasi, agar pesan dapat diterima dan dilaksanakan dengan baik.
Proses komunikasi adalah kegiatan yang selalu dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang melaksanakan proses komunikasi, baik secara verbal maupun non verbal, baik secara interpersonal maupun kelompok. Namun tidak setiap orang memiliki ketrampilan dalam berkomunikasi yang baik dan efektif. Kemampuan dan keterampilan berkomunikasi tersebut bukan menjadi sesuatu yang statis, namun selalu bersifat dinamis, sesuai dengan usaha masing-masing orang dalam meningkatkan keterampilannya dalam berkomunikasi. Dengan adanya usaha mengembangkan keterampilan dalam berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang akan mampu berkomunikasi dengan benar dan efektif.
Pesan dan informasi dapat disampaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, jika masing-masing orang memperhatikan prinsip-prinsip dasar dalam komunikasi, adanya rasa menghargai, serta melaksanakan etika komunikasi. Dengan menjadi komunikator yang beretika, seseorang dapat menyampaikan pesan dengan baik, dan dapat diterima oleh komunikan dengan baik. Dengan begitu, setiap orang dapat berhasil dalam menjalin hubungan dengan orang lain, dan setiap masalah dapat diselesaikan dengan proses komunikasi. Namun proses komunikasi juga dapat menimbulkan masalah, jika seseorang tidak memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik dan benar. Oleh karena itu, siapapun Anda, apapun profesi Anda, tidak ada alasan untuk tidak mengembangkan keterampilan berkomunikasi Anda. Setiap orang harus dapat menjadi komunikator dan komunikan yang baik, termasuk Anda!
Last Updated (Thursday, 16 February 2012 08:59)
Most Views
|
KAP News
|










Who we are
Who we are